Jumat, 29 April 2016

Bisnis dan Layanan PT Telkom yang berbasis DSL dan Fiber Optic

Diposting oleh Latifah di 07.41 0 komentar

A.   Konsep Dasar
  • ·      DSL

Teknologi modern yang menggunakan jalur telepon yang sudah ada untuk men-transport data dengan bandwidth lebar, seperti multimedia dan video. Teknologi ini memerlukan perangkat khusus pada central office dan pelanggan yang memungkin kan transmisi broadband melalui kabel tembaga, Sering disebut juga dengan istilah teknologi suntikan atau injection technology. Sehingga kabel telepon biasa yang telah ada dapat dipakai untuk menghantarkan data dalam jumlah yang besar dan dengan kecepatan yang tinggi ,Jika PSTN hanya menggunakan sebagian frekuensi yang mampu dihantarkan oleh kabel tembaga, DSL  memanfaatkan lebih banyak frekuensi dengan membaginya (splitting), frekuensi yang lebih tinggi untuk data dan frekuensi yang lebih rendah untuk suara dan fax

Peralatan: Di ujung pelanggan memerlukan sebuah modem DSL. Alat ini mengubah data dari sinyal digital yang digunakan oleh komputer menjadi sebuah sinyal voltase dalam jangkauan frekuensi yang sessuai dan kemudian disalurkan ke jalur telepon.

Protokol dan konfigurasi : Banyak teknologi DSL menggunakan sebuah lapisan ATM agar dapat beradaptasi dengan sejumlah teknologi yang berbeda.

Implementasi DSL dapat menciptakan jaringan jembatan atau routed. Dalam konfigurasi jembatan, kelompok komputer pengguna terhubungkan ke subnet tunggal. Implementasi awal menggunakan DHCP untuk menyediakan detail jaringan seperti alamat IP kepada peralatan pengguna, dengan authentication melalui alamat MAC atau memberikan nama host. Kemudian implementasi seringkali menggunakan PPP melalui Ethernet atau ATM (PPPoE atau PPPoA).

DSL juga memiliki rasio contention yang layak dipertimbangkan pada saat memilih teknologi jalur lebar.Teknologi DSL .Contoh teknologi DSL (kadangkala disebut xDSL) termasuk:
·            High-bit-rate Digital Subscriber Line (HDSL), covered in this article
·            Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL), a standardised version of HDSL
·            Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), a version of DSL with a slower upload speed
·            Rate-Adaptive Digital Subscriber Line (RADSL)
·            Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line (VDSL)
·            Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line 2 (VDSL2), an improved version of VDSL
·            G.Symmetric High-speed Digital Subscriber Line (G.SHDSL), a standardised replacement for early proprietary. 

  • ·         Fiber  Optic


Pengertian fiber optic atau serat optik adalah jenis kabel yang bahannya terbuat dari serat kaca dan mempunyai kecepatan tranfer data yang tinggi, kabel fiber optic atau serat optik umumnya digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP) untuk terhubung ke backbone NAP (Network Access Provider)

Gambaran umum sistem transmisi fiber optic  berikut ini :
Pada komunikasi fiber optik, sinyal yang digunakan adalah dalam bentuk digital, sedangkan penyaluran sinyal melalui serat optik adalah dalam bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya diperoleh dari proses memodulasi sinyal informasi dalam bentuk digital kedalam suatu komponen sumber optik. Proses ini terjadi pada arah kirim, sedangkan pada arah terima melalui detektor optik, pulsa cahaya diubah kembali dalam bentuk sinyal digital.
Bila jarak antara stasiun pengirim dengan stasiun penerima berjauhan, sinyal pulsa cahaya yang ditransmisikan akan mengalami proses pelemahan yang disebabkan adanya rugi-rugi yang timbul selama proses pengiriman sesuai dengan panjang dan jenis saluran optik yang digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut pulsa cahaya akan diregenerasikan sesuai dengan keadaan pada saat pengiriman. Proses ini terjadi pada stasiun pengulangan


Perusahaan telekomunikasi Telkom sedang gencar membangun sistem jaringan kabel untuk menyediakan layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi. Perusahaan pelat merah itu menargetkan sistem kabel yang sebelumnya memakai material tembaga, akan diganti total dengan kabel serat optik pada 2020 mendatang.
Telkom mengungkapkan hingga saat ini, persentase kabel tembaga dan serat optik berimbang. “Sekarang posisinya 50 persen kabel tembaga dan 50 persen kabel serat optik,” ujar Dian Rachmawan, Direktur Consumer Service Telkom saat ditemui di acara Fiber to The Home (FTTH) Conference & Exhibition Asia-Pacific di Jakarta, Rabu (20/5).
Telkom mengklaim jaringan serat optiknya menjangkau 7 juta rumah di Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, Telkom akan mengincar pelanggan rumah tangga dengan IndiHome yang menyediakan tiga layanan telekomunikasi, yaitu Internet, telepon rumah, dan televisi berlangganan berbasis Internet Protocol (IPTV).
IndiHome sendiri saat ini telah memiliki 350 ribu pelanggan dan ditargetkan tumbuh menjadi 3 juta pada ujung 2015. Beberapa wilayah yang jadi target utama adalah Jabodetabek dan Surabaya.
Dian meyakini kabel serat optik akan menjadi tumpuan layanan telekomunikasi di masa depan. “2020 akan pakai fiber (serat optik) semua. Semua jaringan ke rumah akan pakai fiber,” katanya melanjutkan.
Telkom saat ini memiliki sekitar 2.500 teknisi yang bekerja dalam pembangunan infrastruktur jaringan pitar lebar. Hingga akhir 2015 ini perusahaan menargetkan punya 10.000 sumber daya teknisi untuk membangun jaringan kecepatan tinggi itu.
Dari anggaran belanja modal Telkom tahun ini sebesar Rp 25 triliun sampai Rp 30 triliun, sekitar 30 persen di antaranya bakal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi pitalebar.
Sementara itu, 60 persen belanja modal tahun ini dialokasikan untuk anak perusahaannya yang bergerak di bisnis telekomunikasi seluler, Telkomsel, dan sisanya untuk ekspansi internasional. Telkom memasang target pendapatan Rp 100 triliun di penghujung 2015.
Telkom pada Mei lalu merampungkan pembangunan jaringan tulang punggungnya (backbone)serat optik yang mereka sebut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Seperti namanya, jaringan ini menghubungkan kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua, dengan kabel sepanjang 8.772 kilo meter.
Mereka kini sedang menggarap proyek jaringan serat optik Luwuk Tutuyan Cable System (LTCS) yang akan menghubungkan Luwuk di Sulawesi Tengah hingga Tutuyan di Sulawesi Utara dengan kabel sepanjang 345 kilo meter. Telko menyebut proyek-proyek sistem kabel ini disebut dengan nama Indonesia Digital Network.




B.   ANALISIS FAKTOR
Faktor Pendorong Penggunaan DSL :
·         Koneksi internet selalu tersambung setiap saat dan tetap bisa menggunakan telepon saat internet aktif.
·         Stabilitas kecepatan koneksi tidak dipengaruhi oleh jumlah pemakai.
·         Kecepatan transfer data jauh lebih tinggi daripada modem biasa.
·         Menghemat biaya investasi, karena operator tidak perlu melakukan penggantian jaringan kabel telepon eksisiting untuk membangun infrastruktur broadband secara cepat.
·         Pembagian frekuensi menjadi dua, yaitu :
-   Frekuensi tinggi untuk menghantarkan data.
-   Sementara frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax.
·         Bagi pengguna di indonesia yang memakai program speedy, penggunaan ADSL membuat kegiatan internet menjadi jauh lebih murah. Sehingga kita dapat berinternet tanpa khawatir dengan tagihan yang membengkak.


Faktor Pendorong Penggunaan Fiber Optik :
Kecepatan transmisi Jaringan akses data selama ini dianggap sebagai bottleneck dalam penyediaan layanan data dan multimedia. Hal ini terutama karena bandwidth yang tersedia telah tertinggal dibandingkan dengan  bandwidth pada LAN maupun  backbone / WAN dimana faktor konsentrasi dan skala ekonomi menyebabkan digunakannya kabel optik. Hal inilah yang mendorong penggunaan fiber optik terutama pada jaringan komputer untuk memenuhi permintaan akan transmisi data yang lebih cepat adapun kelebihan Fiber Optic diantaranya adalah : 

1.    Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar). Frekuensi pembawa optik bekerja pada daerah frekuensi yang tinggi yaitu sekitar 1013 Hz sampai dengan 1016 Hz, sehingga informasi yang dibawa akan menjadi banyak.
2.    Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang terbuat dari tembaga, terutama pada frekuensi yang mempunyai panjang gelombang sekitar 1300 nm yaitu 0,2 dB/km.
3.    Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet. Fiber optik terbuat dari kaca atau plastik yang merupakan isolator, berarti bebas dari interferensi medan magnet, frekuensi radio dan gangguan listrik.
4.    Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi. Kemampuan fiber optik dalam menyalurkan sinyal frekuensi tinggi, sangat cocok untuk pengiriman sinyal digital pada sistem multipleks digital dengan kecepatan beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.
5.    Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan. Diameter inti fiber optik berukuruan micro sehingga pemakaian ruangan lebih ekonomis.
6.    Tidak mengalirkan arus listrik Terbuat dari kaca atau plastik sehingga tidak dapat dialiri arus listrik (terhindar dari terjadinya hubungan pendek)
7.    Sistem dapat diandalkan (20 – 30 tahun) dan mudah pemeliharaannya.
8.    Low Cost.




C.   PROBLEMATIK


a.    DSL
1.    Panjang saluran telepon ke pelanggan lebih dari 18.000 feet.· Beberapa bagian saluran telepon menggunakan serat optik
2.    Terdapat banyak load coil dan bridged taps pada saluran telepon
3.    Pelanggan harus berhubungan dengan lebih dari satu perusahaan untuk mendapat layanan dan pemecahan masalah berarti birokrasi yang panjang dan lama.
4.    Informasi teknis sukar diperoleh.· Kurang tenaga terlatih untuk memasang perangkatnya
5.    Instalasinya hanya mendukung OSs tertentu misal Windows dan MacOS tapi tidak mendukung Linux.
6.    Interupsi layanan sering terjadi
7.    Selalu terhubung dengan LAN sehingga mungkin menimbulkan masalah keamanan.

b.     Fiber optik
1.       Harga kabel jaringan fiber optik masih terlalu mahal, terutama jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel UTP yang terkenal murah meriah.
2.       Dalam proses instalasi kabel jaringa fiber optik diperlukan beberapa alat khusus berupa perangkat elektronik yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. Alhasil tidak semua orang bisa ataupun mau menggunakan kabel ini sebagai media pendukung dalam instalasi sebuah jaringan komputer.
3.       Dalam proses pengiriman sinyal, karena harus dilakukan perubahan sinyal listrik ke sinyal optik terlebih dahulu maka kabel jaringan fiber optik menunut adanya sumber cahaya yang kuat untuk melakukan pen-sinyalan seperti alat pembangkit listrik eksternal.
4.       Jika rusak, perbaikan instalasi kabel jaringan fiber optik yang kompleks memerlukan tenaga yang ahli di bidang ini.
5.       Kabel jaringan fiber optik ditakutkan bisa menyerap hidrogen sehingga dapat menyebabkan loss data.
6.       Mengingat kabel jaringan fiber optik menggunakan gelombang cahaya untuk mentransmisikan data, maka kabel jaringan jenis ini tidak dapat diinstal dalam jalur yang berbelok secara tajam atau menyudut. Jika terpaksa harus berbelok, maka harus dibuat belokan yang melengkung.




D.   KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

·         Penggelaran proyek kabel bawah laut Luwuk Tutuyan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan dengan kabel sepanjang 8.772 kilo meter yang dilakukan PT Telkom salah satu langkah nyata mewujudkan Indonesia sebagai lalu lintas internet internasional
·         Penggunaan Fiber optic dan DSL sangat dibutuhkan dalam bisnis di Indonesia
·         Kabel jaringan Fiber Optik dapat beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam membawa informasi atau data, bahkan lebih tinggi dibanding kabel jaringan Coaxial ataupun kabel Twisted Pair. Kecepatan transfer data-nya bahkan dapat mencapai 1000 mbps.
·         DSL memberikan banyak keuntungan. Karena memakai jaringan tembaga yang telah tersedia berarti tidak perlu memasang prasarana lagi sehingga DSL menjadi lebih murah. Selain itu DSL adalah layanan langsung yang selalu terhubung dengan ISP dan tidak membayar per menit.


Saran
·         Untuk penggunaan kabel fiber optik berdasarkan mode transmisi lebih baik menggunakan dua alternatif, yaitu yang pertama single-mode dan yang kedua multi-mode, dikarenakan multi-mode pada kapasitas angkutnya jauh lebih besar dari single-mode, dan harga kabel serta perangkat aktifnya yang lebih murah dibandingkan dengan single-mode.
·         Mungkin sebaiknya lebih diperbanyak lagi SDM-nya, agar lebih mempercepat kinerja dan bisa mengefisienkan waktu dalam mengerjakan proyek kabel bawah laut Luwuk Tutuyan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan.

 

‏Latifah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea