Selasa, 23 Juli 2013

Hikmah Taubat dan Istighfar

Diposting oleh Latifah di 15.31 0 komentar
Manusia tak pernah dapat terlepas dari salah dan lupa. Itulah dalil sebagian orang apabila mereka melakukan sebuah kesalahan atau lupa terhadap sesuatu. Belum lagi hawa nafsu dan bisikan setan yang terus-menerus mengajak kepada perbuatan maksiat. Setiap manusia pasti memiliki dosa walau sekecil apa pun kecuali para nabi. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits. “ Setiap anak Adam pasti bersalah. Tapi manusia salah yang paling baik adalah yang bertobat.” (HR Ahmad)

Hikmah ber Istighfar :

1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
2. DiCintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya di ampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).
4. Selamat dari api Neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan Surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
6.Mengecewakan Syaiton
Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. Membuat Syaiton putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. Meredam Adzab
Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9.Mengusir Kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.Melapangkan Kesempitan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11. Melancarkan Rezeki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12. Membersihkan hati
Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13. Mengangkat derajat nya di Surga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14.Mengikuti sunnah Rasulullah
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15. Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16. Bersifat sebagai hamba allah yang sejati
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17. Terhindar dari stempel kezhaliman
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).
18. Mudah mendapatkan anak
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19. Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).
20. Bertambah kekuatannya
Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).
21. Bertambah kesejahteraannya
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22.Menjadi orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23. Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).
24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25.Berkepribadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

Limpahan hikmah yang bisa kita dapatkan dari istighfar seharusnya membuat kita bersyukur karena mempunyai demikian banyak kesempatan untuk memperbaiki diri sambil mendapat segudang manfaat lainnya. Astaghfirullahal ‘adzim, ampunilah dosa kami Ya Allah.. tutupi aib kami…. betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa, namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu. Berilah kami rahmat dan hidayah agar kami tetap istiqomah di jalanMu. Amin…..

Ukhuwah Islamiyah

Diposting oleh Latifah di 05.06 0 komentar
Salah satu ajaran Islam yang harus kita amalkan adalah Ukhuwah Islamiyah. Secara bahasa ukhuwah adalah persaudaraan atau bersaudara. Ukhuwah pada mulanya berarti “Persamaan dan keserasian dalam banyak hal”. Dalam bahasa Al-Qur’an, siapapun yang memiliki persamaan sifat-sifat disebut bersaudara. Dua orang yang berbeda disebut bersaudara bila berasal dari satu keturunan. Orang orang yang beriman adalah bersaudara karena memiliki sifat yang sama, yaitu Iman dan Islam. Sebagai sesama manusia kita adalah bersaudara, yaitu saudara satu keturunan dari nabi Adam as dan istrinya, Siti Hawa. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk saling membencinya. Sebaliknya, kita harus rukun dan harmonis dalam menjalani kehidupan ini. Saling tolong menolong antara yang satu dengan yang lainnya. Saling asah, saling asih dan saling asuh.

Di dalam kitab Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 10 disebutkan:

Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara, karena itu damaikanlah (ishlah) antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
Ayat di atas diperkuat dalam sebuah hadis yang berbunyi,
Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah).
Menurut Quraish Syihab, setidaknya ada empat macam bentuk persaudaraan. 
  • Ukhuwah ‘Ubudiyah, atau saudara kesemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah
  • Ukhuwah Insaniyah atau (basyariyyah) yang artinya seluruh umat manusia bersaudara karena  berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah Saw., menekankan melalui sabdanya                  “Hamba-hamba Allah semuanya bersaudara
  • Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan. 
  • Ukhuwah fi ad-din al-Islam, persaudaraan antar sesama muslim. Bahkan dalam berdo’a pun kita dianjurkan saling mendo’akan. ‘Ya Allah, beri ampunlah kepada kaum muslim dan muslimat’  Subhanallah, betapa indah ajaran-ajaran Islam.
Saudara-saudaraku yang dumuliakan Allah.
Ada beberapa ciri seorang muslim antara lain:

Tidak mengganggu orang lain.
Abdullah bin Umar berkata bahwa Nabi SAW. telah bersabda “Seorang muslim adalah orang yang menyebabkan orang-orang Islam [yang lain] selamat dari lisan dan tangannya dan orang yang hijrah adalah orang yang hijrah dari apa yang telah dilarang Allah SWT.” (H.R. Bukhari, Abu Dawud, dan Nasa’i)

Memelihara silaturrahmi.
Anas bin Malik r.a. berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah SAW., bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dilanjutkan umurnya, hendaklah menyambung hubungan famili (kerabat).” (H.R. Bukhari)

Menyebarkan salam.
Dari Abdullah bin Salami ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW., “Hai manusia, siarkanlah salam dan hubungan keluarga-keluarga dan berilah makan dan shalatlah pada malam ketika manusia tidur, niscaya kamu masuk surga dengan sejahtera.” (Dikeluarkan oleh Tirmidzi dan ia menshahihkannya)

Peduli Sosial.
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW., bersabda, “Barangsiapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa memberi kelonggaran kepada seorang yang susah, niscaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aib dia di dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)

Peduli lingkungan.
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Abu Bakar Ash-Shiddik menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan,
Darat maksudnya lisan dan laut maksudnya hati. Apabila lisan rusak maka menangislah manusia. Apabila hati rusak maka menangislah para malaikat (karena menyayangkannya).

Sebagai umat Muhammad saw., marilah kita tingkatkan iman, taqwa dan ukhuwah islamiyah seperti yang selalu diajarkan oleh Rasulullah saw. Karena kalau kita tidak menjaga dan merealisasikan ukhuwah islamiyah (persaudaraan islam), Islam akan hancur peradaban umat Islam akan binasa. Sebagai akhir dari ceramah ini, saya katakan, segala yang kita lakukan, kita jualah yang akan menuainya. Semoga diri kita, jiwa kita mampu mengemban amanat Allah SWT., serta selalu berada di jalanNya. Amien.

My Identity :)

Diposting oleh Latifah di 02.31 0 komentar
Hayy :)
Welcome to my zone ! To the point aja ya ...
Nama Lengkap saya  “Nurlatifah” ,  Panggil aja “Latifah”
Tempat Tanggal Lahir saya ? Banjarbaru , 03 Oktober 1997
Tempat tinggal ? Rumah ? Saya belum punya rumah sendiri masih tinggal sama kedua orang tua saya, Saya tinggal di kediaman orang tua saya di JL.Golf  Komp.Wengga Abadi 1 No 40 Landasan ulin
Agama ? Islam 100 % :D, Hobby ? banyak :D di antara nya aja y, Jalan-jalan, Dengerin music, browsing, nonton film, pokonya masih banyak deh lagi cape kalo ditulis disini =)), Latar belakang pendidikan saya pernah ber Sekolah di TK.Dolog Banjarmasin selama 1 tahun,lalu di di lanjut kan ke SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin bersekolah selama 2 tahun, lalu pindah sekolah ke SDN Landasan Ulin Timur 6 bersekolah selama 1 tahun, lalu pindah sekolah lagi ke SDN Landasan Ulin Timur 2 SSN bersekolah disini selama 3 tahun sampai saya lulus, pindah-pindah terus ya, haha biar banyak punya temen:)) di lanjut kan setelah lulus SD, Ke Pondok pesantren Darul Hijrah Puteri mondok selama 3 tahun, dan di lanjutkan lagi ke SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru.
 

‏Latifah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea